Selasa, 01 Juni 2010

Roti Piala Dunia dari BreadTalk

BreadTalk meluncurkan tiga roti terbarunya dalam rangka menyambut kejuaraan sepak bola Piala Dunia 2010.

d'mascot dan kick offRoti pertama dinamakan White Goal, dibuat dari coklat putih asal Belgia. Didalamnya terdapat beragam kue. Harga produk ini Rp 120 ribu.

Roti kedua dinamakan Kick Off. Kick Off adalah roti manis yang bertabur gula halus. Motif roti ini seperti bola sepak. Harga Kick Off Rp 12 ribu.

Roti terakhir persembahan dari boutique bakery itu adalah D’Mascot. Roti manis ini berbentuk wajah singa. Didalamnya terdapat isi peanut butter dan choco hazelnut. Harganya Rp 7000.

Produk Kick Off dan D’Mascot dapat dibeli disemua outlet BreadTalk. white goalSementara White Goal tersedia di 17 outlet, diantaranya; Mal Taman Anggrek, Mal Artha Gading, Senayan City, Margo City Depok, Cibubur Junction hingga Citos.

sumber: astaga.com

Senin, 31 Mei 2010

Penderita Kelainan Ginjal Sebaiknya Tidak Minum Kopi

Menderita suatu penyakit memang tak enak. Selain tak bebas beraktivitas, juga harus pintar-pintar memilih pola makan seimbang agar tak memperparah kondisi penyakit. Nah, begitu juga dengan Anda yang memiliki riwayat kelainan ginjal. Menurut para ahli, mereka yang memiliki masalah dengan ginjal sebaiknya tak mengkonsumsi kopi.

Kafein yang terkandung pada kopi bisa memperburuk kelainan ginjal. Karena itu penggemar kopi yang berkemungkinan mengalami kelainan ginjal perlu mengurangi kegemarannya tersebut. Begitu kesimpulan dari penelitian yang dilakukan Dr. Jared J. Grantham dan rekan dari University of Kansas Medical Center di Kansas City, AS.

Dalam penelitiannya, Grantham menemukan, saat sel yang diekstraksikan dari pasien dengan autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD) dipaparkan pada kefein, hasilnya adalah peningkatan senyawa kimia yang memperparah penyakit. Rincinya, paparan kafein ternyata menyebabkan tingginya tingkat kandungan yang disebut cyclic AMP (cAMP), yang merangsang tumbuhnya kista.

ADPKD adalah bentuk umum gangguan ginjal, dimana pasien memiliki risiko untuk terus mengalami peningkatan kista di dalam ginjal mereka. Kista adalah kantung-kantung berisi air yang mula-mula kecil, kemudian bisa membesar hingga sebesar anggur. Dalam berbagai kasus, jumlah kista bisa melebihi jaringan normal dan pasien perlu memperoleh transplantasi.


sumber: astaga.com

Rasa Kopi Lebih Nikmat Dalam Gelas Favorit

Seorang psikolog asal Inggris mengatakan bahwa teh dan kopi akan terasa lebih nikmat ketika disajikan dalam gelas atau cangkir favorit.

Dr Tom Stafford, dari Universitas Sheffield mengatakan bahwa otak kita terlatih untuk mempercayai bahwa ritual harian seperti membuat kopi atau teh harus dibuat dengan cara tertentu.

"Minum kopi atau teh adalah aktivitas yang bersifat ritual dan penikmatnya bisa sangat kecanduan dengan cara mereka menyeduh teh atau kopi tersebut," demikian tuturnya kepadanya Daily Telegraph.

"Kafein memiliki sifat yang mirip seperti zat adiktif dan seperti zat adiktif lainnya, penikmatnya cenderung memperhatikan bagaimana minuman itu diseduh dan disajikan. Cangkir yang biasanya digunakan untuk kopi atau teh, aroma kopi atau teh itu cenderung tertinggal dalam cangkir sehingga menambah keharuman aroma minuman tersebut dibandingkan dengan cangkir baru misalnya.

"Rutinitas menyeruput secangkir kopi atau teh di pagi hari membuat penikmatnya secara otomatis merasa rasa kopi atau teh itu lebih nikmat ketika disajikan dalam cangkir yang biasa digunakan.

"Mungkin ini terdengar tak rasional atau mengada-ada tapi ini faktanya. Minuman yang Anda minum akan terasa lebih lezat ketika Anda meminumnya dalam gelas yang biasa Anda gunakan."

Menurut penelitian, sebanyak 65 persen warga Inggris memiliki sebuah gelas atau cangkir favorit di rumah maupun di tempat kerjanya.


sumber: astaga.com

Alasan Mengapa Teh Digemari di Seluruh Dunia

Apa yang jadi pilihan minuman Anda tatkala makan siang? Atau minuman apa yang nda cari ketika santai di sore hari? Teh? Yap! Pilihan yang tepat dan baik bagi kesehatan. Teh bukan saja jadi minuman favorit orang Indonesia, namun juga disukai di seluruh dunia.

tehSebut saja beberapa negara seperti Cina, Jepang, Inggris dan Amerika. Bahkan di Jepang dan Inggris minum teh dijadikan tradisi yang keramat dan menjadi tolak ukur status sosial sekelompok orang.

Namun, selain nikmat jadi minuman, teh masih punya sederetan manfaat lain lho. Mau tahu?

1. Untuk Kesehatan Tulang

Sebuah artikel dalam Archieve of Internal Medicine menuliskan, teh mengandung florida dan senyawa kimia yang dikenal sebagai flavonoid untuk menguatkan tulang.

Otomatis, orang-orang yang punya kebiasaan minum teh terutama teh hijau yang mengandung kalsium pembangun tulang, mempunyai densitas tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak.

2. Menyegarkan Tubuh
Sedang suntuk dengan rutinitas pekerjaan di kantor? Minum teh saja! Sejenis kafein dalam teh yang berbeda dari kopi, dapat merangsang sistim saraf tubuh. Rangsangan itu membuat pasokan oksigen ke dalam tubuh menjadi lebih lancar.

3. Menjaga Kesehatan Hati
The North American Tea Trade Health Research Association menemukan, teh sangat baik untuk kesehatan hati . Teh dapat membuat kerja arteri orang yang mengidap penyakit hati menjadi lebih baik.

Penelitian ini juga didukung penelitian sebelumnya yang menyebutkan, orang yang biasa minum teh mempunyai risiko lebih rendah terserang penyakit hati.

4. Menangkal Kolesterol
Adanya zat Catechin yang terdapat dalam teh dipercaya dapat mengurangi penimbunan kolestrol dalam darah dan mempercepat pembuangannya melalui tinja.

5. Mencegah Kanker
Selain sebagai penguat tulang, zat flavonoid dalam teh juga berperan sebagai penangkal radikal bebas yang dapat mengacaukan keseimbangan tubuh.

Jangan main-main dengan gangguan ini, karena gangguan keseimbangan bisa memicu kanker . Dibantu zat lain seperti Polifenol dan Theofolon di daun teh, perkembangan virus yang mengakibatkan kanker dapat dihambat.

sumber: astaga.com

Usir Bau Kaki Dengan Teh

Memiliki gangguan berupa bau kurang sedap di kaki memang seringkali bikin minder. Umumnya berbagai cara dilakukan untuk mengatasi aroma kaki yang kurang sedap tersebut. Namun kini kami akan membagikan tips dengan menggunakan bahan yang sehari-hari mudah kita temui di sekitar kita. Mau tahu?

Ya.. Gunakan saja teh. Siapa sangka bila tannin dalam teh bekerja seperti layaknya astringent (penyegar) yang selama ini menjadi satu rangkaian ritual yang Anda lakukan saat membersihkan wajah? Berkat tannin ini pulalah, teh dapat mengurangi keringat pada kaki yang sering mengakibatkan kaki lembap dan berbau tidak sedap.

Nah, daripada rasa percaya diri semakin minus, lakukan segera langkah penyelamatan seperti berikut ini:

1. Isi ember dengan air hangat sampai kira-kira seperempat tinggi ember

2. Masukkan 5 teh celup ke dalamnya, tunggu hingga dingin

3. Rendam kaki Anda selama 30 menit.

4. Lakukan hal ini dengan rutin, atau kalau bisa setiap hari setelah seharian Anda sibuk beraktivitas.

5. Langkah tambahan lainnya? Jangan lupa untuk menaburi kaki dengan bedak sebelum memakai sepatu.


sumber: astaga.com

Sabtu, 29 Mei 2010

10 Kebiasaan Istri Yang Bikin Suami Bete

Sebagai manusia, tentu kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu pula dengan kebiasaan. Tentunya kita semua memiliki kebiasaan yang baik dan buruk. Dan baik sadar maupun tanpa sadar, kita sering lho melakukan kebiasaan yang buruk. Kira-kira apa ya kebiasaan buruk istri yang seringkali membuat bete kaum suami? Inilah dia.

1. Jadi "Budak Fashion"
Suami mana pun pasti akan bangga bila istrinya selalu terlihat cantik dan bergaya. Tapi, bila itu dilakukan berlebihan sehingga gaya artis atau model di teve pun ditiru tanpa peduli cocok atau tidak, tentu saja yang akan terjadi justru kebalikannya. Apalagi bila untuk kebiasaan ini Anda pun ikut mengeruk habis isi kantongnya.

Saran: boleh-boleh saja mengikuti mode terkini, tapi sesuaikan dengan kepribadian. Yang penting, kembangkan gaya Anda sendiri, yang bisa membuat Anda percaya diri dan tidak salah kostum. Yang terbaik adalah cobalah mencari busana dan aksesori klasik yang kekal sepanjang masa.

2. Bigos alias Biang Gosip
Bergosip tentang skandal seorang artis dengan anak pejabat mungkin adalah hal biasa di antara para wanita, bahkan dianggap sebagai salah satu sumber "pengetahuan umum" yang wajib diketahui. Tapi, tentu tidak baik jika kebiasaan bergosip ini sudah merembet menceritakan seseorang karena merasa iri dengan apa yang dimiliki orang itu, ataupun merasa bahwa dia lebih baik dari orang itu. Apalagi jika yang diajak bergosip adalah pasangan Anda. Asal Anda tahu, gosip lebih sering dianggap tidak penting oleh pria. Jadi, jangan salahkan suami Anda bila is tak tertarik atau bahkan kesal jika Anda mulai mengajaknya bergosip.

Saran: carilah topik-topik pembicaraan netral setiap kali terlibat dalam obrolan dengan orang lain, terutama suami Anda. Setiap kali keinginan untuk bergosip muncul, alihkan pembicaraan ke topik lainnya. Apalagi, bergosip, terutama menjelek jelekkan orang lain hanya akan memunculkan kesan buruk Anda di mata orang lain.

3. Selalu Merasa Serba Kurang
"Duh, pinggulku besar sekali ih!" Atau, "Ah, aku pasti enggak bisa kerjain pekerjaan ini, deh!" Tak bisa ini, kurang itu dan masih banyak lagi keluhan lainnya seputar kekurangan diri. Itulah sebabnya kadang para pria beranggapan bahwa pasangannya tidak pernah puas dengan diri sendiri. Dan, ini pula yang kerap menjadi somber pertengkaran pasangan suami-istri.

Saran: jangan merugikan diri sendiri karena kebiasaan yang satu ini. Melihat diri sendiri serba kurang bisa membahayakan performa, harga diri, dan kebahagiaan. Setiap orang memiliki kekurangan, tapi Tuhan juga mengimbanginya dengan banyak kelebihan. Cobalah berdiri di depan cermin, lalu tersenyumlah. Anda akan melihat banyak kelebihan dalam diri yang selama ini mungkin tak Anda sadari.

4. Terlalu Memaksakan Diri Menyenangkan Setiap Orang
Karena ingin menyenangkan orang lain dan takut dianggap egois, Anda pun sulit menolak permintaan seseorang. Saat seorang teman minta dibantu mengerjakan proyek tertentu di kantor, misalnya, Anda menurutinya walau sebenarnya malas. Hasilnya, di rumah, Anda mengeluh ini-itu kepada suami tentang proyek tersebut. Suami yang menganggap bahwa itu kesalahan Anda sendiri pun akhirnya kesal mendengar keluhan itu.

Saran: belajarlah untuk mengemukakan keinginan dan perasaan Anda dengan jujur. Orang lain tak akan menganggap Anda egois hanya karena Anda menolak satu permintaan mereka, kok.

5. Suka Ikut Campur Urusan Orang
Masalah seorang teman bukan berarti menjadi masalah yang harus Anda pecahkan. Sayangnya ini kadang tidak dipahami. Bahkan Anda justru kerap menceritakan masalah si teman itu kepada teman yang lain dengan alasan untuk mencari jalan keluarnya. Ini pun semakin menjadi masalah besar saat macalah tersebut dibawa pulang ke rumah untuk diceritakan kepada suami. Sekali dua kali mungkin tak menjadi masalah. Tapi, kalau berkali-kali? Baginya masih ada masalah-masalah lain dalam perkawinan Anda berdua yang jauh lebih penting untuk dibicarakan.

Saran: pahamilah, saat mengalami masalah, orang kadang hanya butuh didengarkan saja. Bahkan, kadang mereka tak man orang lain terlalu ikut campur dalam masalah tersebut. Jadi, berikanlah bantuan sebatas apa yang mereka minta dan butuhkan.


Selalu Masalah Anda Yang Paling Penting
Anda merasa menjadi orang paling malang sedunia, dan masalah Andalah yang paling penting untuk diselesaikan saat ini. Anda pun sibuk mengeluh pada pasangan sementara dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Jangan heran kalau dia justru bukannya bersimpati tapi kesal karena terganggu pekerjaannya. Sekali lagi, setiap orang mempunyai masalah sendiri, dan tak selalu masalah kita yang paling penting.

Saran: cobalah untuk lebih sering "melihat ke bawah". Ada banyak orang yang jauh lebih malang nasibnya daripada Anda.

7. Hobi Mencela Orang Lain
"Saya paling sebal kalau saat jalan berdua di mal, dia memulai kebiasaan buruknya mencela penampilan setiap wanita yang lewat di depan kami berdua. Kadang, kalau saya sudah tidak tahan, itu bisa membuat kami berdua adu mulut," keluh salah seorang teman tentang istrinya. Ya, kebiasaan mengkritik seperti itu memang mengesalkan bagi para lelaki. Karena, hal-hal seperti itu bagi mereka adalah hal penting yang tak seharusnya dibicarakan. Jadi, kalau tak mau ribut, cobalah menghentikan kebiasaan yang satu itu.

Saran: cobalah untuk melihat sisi positif dari setiap orang yang Anda jumpai setiap hari. Setelah itu, belajarlah untuk tidak pelit memuji.

8. Hobi Belanja
Bagi sebagian wanita, belanja merupakan sarana relaksasi. Karena itulah wanita bisa saja berkeliling mal berjam-jam untuk berbelanja. Sayangnya, bagi kaum suami tidaklah demikian. Kebiasaan itu bahkan bisa membuatnya mengalami brain hemorrhage sesudah 20 menit menemani Anda berbelanja! Terdengar berlebihan, tapi itulah faktanya. Dan, memang kebiasaan ini pula yang membuat Anda berdua sering cekcok, bukan?

Saran: bila ingin berbelanja atau "safari mal", lebih baik sendiri saja atau ajak teman wanita Anda, bukannya pasangan. Dia lebih tepat diajak menemani belanja kebutuhan bulanan di pasar swalayan, di mana Anda tak perlu tawar-menawar harga dan daftar barang belanjaan pun sudah ada di tangan Anda.

9. Pasangan Harus Bisa Jadi Pembaca Pikiran
"Dia seharusnya tahu apa yang saya maksud dari tingkah laku saya. Jadi, buat apa menjelaskannya lewat kata-kata?" Mungkin kalimat seperti itulah yang kerap diutarakan kaum wanita ketika "perang dingin" dengan pasangannya. Ya, para wanita kerap berperilaku seperti itu. Sayang umumnya kaum pria justru semakin tidak mengerti akan bahasa isyarat seperti ini. Akibatnya, tak heran jika adu mulut sering terjadi karena salah paham dan salah menerjemahkan pikiran Anda.

Saran: Pria sulit membaca hal-hal tersirat seperti itu. Baginya, penjelasan yang singkat dan padat lewat kata-kata jauh lebih mudah dipahami. Karena itu cobalah untuk membangun komunikasi yang efektif dengan pasangan.

10. Kritik = Ancaman
"Istri saya paling tidak bisa menerima komentar negatif dari saya. Dikritik sedikit saja langsung jadi ribut. Padahal maksud saya baik, lho! Dan, bukan berarti saya tidak cinta lagi padanya!" keluh seorang teman pria. Apakah Anda melakukan hal seperti contoh di atas ? Bila iya, sudah saatnya Anda menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.

Saran: belajarlah untuk melihat kritik pedas dari pasangan Anda dari sisi positif. Sebagai penambah motivasi, misalnya. Dan, yang lebih penting jangan pernah berpikir bahwa kritik darinya itu berarti bahwa dia sudah tidak cinta lagi kepada Anda.

Nah, kini Anda sudah tahu cara menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Jadi, tidak perlu lagi ada ribut-ribut tak penting antara Anda dengan pasangan, bukan?


sumber: astaga.com

Siasati Kebiasaan Buruk Pasangan Tanpa Konflik Berkepanjangan

Beberapa konflik dalam berumah tangga memang terkadang tak mudah untuk diselesaikan dalam jangka waktu singkat. Terutama bila itu sudah menyangkut kebiasaan buruk yang pastinya ada dalam diri setiap manusia. Lalu bagaimana caranya menyingkapi kebiasaan buruk pasangan agar terhindar dari konflik jangka panjang?

Jangan korbankan kebahagian rumahtangga Anda hanya karena masalah-masalah kecil. Anda mungkin merasa terganggu dengan kebiasaan buruk pasangan seperti enggan mengganti kaus kaki meski sudah kotor, ceroboh, pelupa, suka menaruh baju kotor sembarangan. Namun, jangan jadikan itu sebagai sumber ketidakbahagiaan. Anda tidak perlu mengamuk karenanya.

Anda dan suami adalah dua orang yang berbeda. Anda tidak akan mampu mengubahnya, yang dapat Anda lakukan hanyalah mencoba berkompromi dengan segala kekurangannya. Sejak Anda memutuskan menikah, bukankah Anda sudah mempertimbangkan masak-masak, dan mengenal betul siapa dia. Saat Anda melihat kekurangannya, cobalah lihat juga diri Anda, apakah Anda benar-benar sempurna?

Masalah tak pernah lepas dari kehidupan rumahtangga. Konflik dalam rumahtangga bisa berasal dari luar maupun dari Anda berdua sendiri. Asalkan masih dalam dosis normal, tak perlu terlalu risau memikirkannya. Yang perlu Anda lakukan adalah membicarakan, mendiskusikan dengan pasangan, dan mencari jalan keluar.

Masalah kadang datang bertubi-tubi, namun tidak mudah menyelesaikannya begitu saja. Biasakan menyelesaikan masalah secara bertahap dan tuntas. Jangan terburu-buru. Berikut beberapa langkah penyelesaian konflik dalam berumahtangga:

1. Jangan menuduh siapapun.

2. Jelaskan masalah secara rinci dan objektif. Sekali lagi, tanpa tuduhan atau prasangka.

3. Utarakan apa yang Anda rasakan, bukan penilaian Anda terhadap sesuatu. Misalnya, lebih baik mengatakan, "Aku merasa terganggu jika kamu selalu menaruh barang-barangmu sembarangan" daripada, "Oh, kamu memang jorok".

4. Tetap bersikap tenang. Jika Anda terbawa emosi, atur nafas dan beristirahatlah sejenak. Jangan terlalu lama, karena permasalahan akan semakin rumit dan Anda akan lupa apa sebenarnya permasalahan yang akan Anda bahas.

5. Cari waktu yang tepat. Jangan berdiskusi saat pasangan merasa lelah, lapar, saat ada orang lain, atau saat sedang sibuk dikejar deadline.

6. Lihat permasalahan dari sudut pandangnya, karena penilaian atas segala masalah bisa berbeda tergantung dari gender, agama, ras, dan latar belakang pendidikan atau masa lalu.

7. Usahakan berkompromi, karena ini menyangkut kepentingan jangka panjang, kepentingan Anda berdua dan keluarga.

8. Ada satu resep tambahan yang akan membuat diskusi lebih lancar. Saat sedang berdiskusi, Anda atau pasangan mungkin menunjukkan rasa ketidaksenangan dengan menatap langit-langit, melirik ke sana-kemari, mencibir, dan lainnya. Untuk menghindarinya, berdiskusilah via telepon, sehingga Anda tidak mengetahui respons fisik yang kadang akan mengganggu diskusi

sumber: astaga.com